Sistem Pikiran
Otak pikiran pria sangat
tersistematis, dengan kemampuan yang tinggi untuk mengelompokkan segala
sesuatu, kemampuan yang rendah untuk multitasking, orientasi hubungan
(personal) yang rendah, orientasi kerja yang tinggi, kemampuan yang tinggi
untuk mengasingkan diri, kecenderungan untuk bertindak lebih dahulu baru
berpikir kemudian jika mengalamai stress, respon yang agresif terhadap resiko,
dan kecenderungan untuk berkompetisi dengan pria lain.
Pria berpikir dengan otak kanan
sebagai sumber utama pengambilan keputusan dibandingkan dengan otak kiri. Otak
kanan yang dominan telah meminimalkan ekspresi emosi dan intuisi perasaan
sehingga berpikir secara terstruktur dalam rangkaian yang rumit. Secara praksis
pola pikir seperti itu telah menempatkan pria sebagai pribadi yang mudah
mengambil keputusan dan tidak terlalu memusingkan hal-hal yang sekunder.
Otak wanita mempunyai tingkat
empati yang tinggi, kemampuan yang rendah untuk mengolong-golongkan, kemampuan yang
tinggi untuk multitasking, kemampuan yang rendah untuk mengontrol emosi,
mempunyai orientasi hubungan (relasional), orientasi kerja yang rendah,
kemampuan yang rendah untuk mengasingkan diri, kecenderungan untuk berpikir dan
merasa terlebih dahulu sebelum bertindak dalam meresponi stres, respon yang
berhati-hati terhadap resiko, dan kecenderungan untuk bekerja sama dengan
wanita lain.
Wanita cenderung untuk
menggunakan 2 otak secara bersamaan sehingga wanita berpikir secara menyeluruh
dan penuh pertimbangan. Pada hakikatnya cara kerja otak kanan dan otak kiri
pada wanita hampir sama yang dipengaruhi oleh nuansa emosi yang tinggi. Hal ini
menyebabkan keputusan-keputusan yang diambil kaum wanita pada umumnya memiliki
warna emosionil didalamnya.
Sistem Hormonal
Pria seperti seorang pelari
jarak pendek yaitu cepat dan wanita lebih punya daya tahan atau keuletan
(stamina) yang kuat. Pria memerlukan testosterone (hormon yang berkaitan dengan
kekuatan tubuh) ketika menghadapi persoalan, dan wanita lebih memerlukan
oxytocin (hormone yang berkaitan dengan kelekatan sosial) saat menghadapi
masalah.
Allah telah membuat pria dan
wanita diciptakan secara unik dan masing-masing punya ciri khas yang berbeda
satu dengan lainnya, namun perbedaan itu sebenarnya bukan untuk saling
dipertengkarkan, namun harus dalam rangka saling melengkapi, karena dua
perbedaan itu sangat diperlukan dalam segala lini kehidupan seperti sosial,
rumah tangga maupun lingkungan.
Geen opmerkings nie:
Plaas 'n opmerking