Sondag 19 Mei 2013

Perbedaan Cara Berpikir Pria dan Wanita


Sistem Pikiran
Otak pikiran pria sangat tersistematis, dengan kemampuan yang tinggi untuk mengelompokkan segala sesuatu, kemampuan yang rendah untuk multitasking, orientasi hubungan (personal) yang rendah, orientasi kerja yang tinggi, kemampuan yang tinggi untuk mengasingkan diri, kecenderungan untuk bertindak lebih dahulu baru berpikir kemudian jika mengalamai stress, respon yang agresif terhadap resiko, dan kecenderungan untuk berkompetisi dengan pria lain.
Pria berpikir dengan otak kanan sebagai sumber utama pengambilan keputusan dibandingkan dengan otak kiri. Otak kanan yang dominan telah meminimalkan ekspresi emosi dan intuisi perasaan sehingga berpikir secara terstruktur dalam rangkaian yang rumit. Secara praksis pola pikir seperti itu telah menempatkan pria sebagai pribadi yang mudah mengambil keputusan dan tidak terlalu memusingkan hal-hal yang sekunder.
Otak wanita mempunyai tingkat empati yang tinggi, kemampuan yang rendah untuk mengolong-golongkan, kemampuan yang tinggi untuk multitasking, kemampuan yang rendah untuk mengontrol emosi, mempunyai orientasi hubungan (relasional), orientasi kerja yang rendah, kemampuan yang rendah untuk mengasingkan diri, kecenderungan untuk berpikir dan merasa terlebih dahulu sebelum bertindak dalam meresponi stres, respon yang berhati-hati terhadap resiko, dan kecenderungan untuk bekerja sama dengan wanita lain.
Wanita cenderung untuk menggunakan 2 otak secara bersamaan sehingga wanita berpikir secara menyeluruh dan penuh pertimbangan. Pada hakikatnya cara kerja otak kanan dan otak kiri pada wanita hampir sama yang dipengaruhi oleh nuansa emosi yang tinggi. Hal ini menyebabkan keputusan-keputusan yang diambil kaum wanita pada umumnya memiliki warna emosionil didalamnya.
Sistem Hormonal
Pria seperti seorang pelari jarak pendek yaitu cepat dan wanita lebih punya daya tahan atau keuletan (stamina) yang kuat. Pria memerlukan testosterone (hormon yang berkaitan dengan kekuatan tubuh) ketika menghadapi persoalan, dan wanita lebih memerlukan oxytocin (hormone yang berkaitan  dengan kelekatan sosial) saat menghadapi masalah.
Allah telah membuat pria dan wanita diciptakan secara unik dan masing-masing punya ciri khas yang berbeda satu dengan lainnya, namun perbedaan itu sebenarnya bukan untuk saling dipertengkarkan, namun harus dalam rangka saling melengkapi, karena dua perbedaan itu sangat diperlukan dalam segala lini kehidupan seperti sosial, rumah tangga maupun lingkungan.

Geen opmerkings nie:

Plaas 'n opmerking